Api Bakar Lahan Gambut dan Himbauan Kapolres Mukomuko

Peristiwa1010 Dilihat

Berita Mukomuko, Metro – Api membakar lahan gambut di belakang Makodim 0428 /Mukomuko, Selasa (30/11 /2021). Sekitar satu hektar lahan kosong diselimuti bara api selama dua hari.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko, Ramdani, SE mengatakan, diduga api telah membakar lahan tersebut sekitar dua hari yang lalu, namun baru dilaporkan pada hari Senin (29/11/2021).

banner 970x250

Personil Damkar Mukomuko dan Polisi saat memadamkan Api di Lahan Gambut (dok.BG)

Ia mengungkapkan, jajaranya telah melakukan upaya pemadaman sejak Senin, namun api belum dapat terkendali. Sehingga hari ini, Selasa (30/11) diturunkan tim yang lebih banyak disertai bersama peralatan.

“Sudah, sudah terkendali, tapi anggota masih terus memantau sebab struktur tanah gambut ini harus dipastikan betul padam. Ada saja sedikit asap masih keluar dari lahan, itu masih ada potensi meluas,” kata Kepala BPBD Mukomuko.

Saat disinggung penyebab kebakaran, Ramdani menduga api berasal dari pembakaran sampah.

“Dugaan sementara api berasal dari pembakaran sampah,”ucapnya.

Plt Kepala BPBD Mukomuko menghimbau kepada masyarakat untuk waspada saat musim panas terutama saat beraktivitas di lahan gambut.

Data terhimpun, api sempat membakar tanaman liar yang tumbuh di lahan tersebut. Asap juga sempat mengepul tebal dari dalam tanah gambut. Beruntung, setelah dilakukan pemadaman oleh tim gabungan dari BPBD, Damkar, TNI dan Polri, kebakaran lahan tersebut dapat terkendali dan tidak menjalar lebih luas.

Dilain sisi, Kapolres Mukomuko AKBP Witdiardi, S.I.K., M.H mengeluarkan himbaun tentang pembakaran lahan kebun dan hutan.

“Himbauan, dengan membakar lahan kebun dan hutan adalah pidana,”kata Kapolres Mukomuko, seperti dikutip dari Himbauan tersebut.

Dalam himbaun ini, Kapolres Mukomuko menuliskan ancaman penjaranya 15 tahun, denda 5 Miliar (UUD Nomor 41 tahun 1999) dan UUD nomor 32 tahun 2009 dengan ancaman penjara 10 tahun dan denda 10 miliar.

“UUD Nomor 39 tahun 2014. Ancaman penjara 10 tahun dan denda 10 miliar.” tulisnya. (YN).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed