BPUM Perkuat 3500 UMKM di Mukomuko, 5 Sentral Produksi Pompa Perekonomian Rakyat

Advertorial5348 Dilihat

Nurdiana, SE. M. Ap – Plt Kepala Dinas Perindag, Kop dan UKM Kabupaten Mukomuko

BERITAMUKOMUKO.COM, METRO – Bantuan Produktif Usaha Mikro atau BPUM menyalurkan perkuatan modal kepada 3500 usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu pada tahun 2021 dan 2022 yang lalu.

banner 970x250

Sebanyak 3500 UMKM tersebut, termasuk yang tergabung dalam sentra produksi yang berada di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu.

Plt Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Mukomuko, Nurdiana, SE., M. A. P mengatakan, 5 sentral produksi itu terdiri dari beberapa jenis usaha yakni produksi gula merah, meubeler, ikan asin, batu bata dan kripik.

BACA JUGA : Upaya Berbenah Manajemen RSUD Mukomuko Ditengah Penanganan Dugaan Kasus Korupsi

“Kalau UMKM ada sekitar 3500. Termasuk yang tergabung di 5 sentral produksi ini. Untuk sentral produksi ini terdiri dari beberapa jenis usaha, yakni produksi kripik di Desa Tirta Mulya (Sp5) Kecamatan XIV Koto, batu bata di Desa Air Hitam Kecamatan Pondok Suguh, ikan asin di Pantai Indah Mukomuko (PIM) Kecamatan Kota Mukomuko dan produksi gula merah Rawa Mulya dan Tirta Mulya, “kata Plt Kepala Dinas Perindag, Kop dan UMKM Mukomuko, Nurdiana, Sabtu (22/07/2023).

Salah satu UMKM yang tergabung dalam sentral batu bata di Desa Air Hitam Kecamatan Pondok Suguh Kabupaten Mukomuko

Kata dia, kelima sentral ini sudah terbentuk tahun 2018 yang lalu melalui surat keputusan Bupati Mukomuko. Sejak terbentuk, terangnya, telah dilakukan pelatihan – pelatihan.

BACA JUGA : Bupati Mukomuko Kukuhkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah

“Sebelum pandemi virus Covid-19, kami lakukan pelatihan – pelatihan, tapi semenjak 2020 Corona, dana pembinaan tidak ada. Sekarang ada UMKM kekurangan modal, walaupun pada tahun 2021 dan 2022 dibantu dana BPUm dari pusat. Ada juga dari BRI. Untuk jenis pelatihan, bermacam-macam, seperti sentra mebel buat kerajinan, setra batu bata membuat bata ringan dan sentra ikan asin buat abon,” paparnya.

Mesin pengolahan bahan baku batu bata

Masih kata dia, di Kecamatan XIV Koto yakni di Desa Tirta Makmur dan Desa Rawa Mulya ada juga produksi gula semut. Kata Nurdiana, untuk mempermudah proses produksi, Disperindagkop dan UKM akan mengajukan mesin peralatan pengolahanya.

Gula semut ini, lanjutnya, adalah gula merah dalam kemasan bubuk dan ada juga yang menyebutnya dengan nama gula kristal yang bahan bakunya berasal dari nira yakni pohon kelapa atau pohon aren atau enau.

BACA JUGA : Prihatin dengan Kasus Anak, DPRD Mukomuko Minta P2KBP3A Tingkatan Sosialisasi

“Untuk memaksimalkan produksi gula semut ini, kami akan mengajukan mesin pengelolaan yakni mesin kristalisator dan oven pengering gula. Sebenarnya, biar lengkap ada dua mesin lagi, yaitu mesin penepung dan sortasi. Mesin ini fungsinya untuk pengayak (penyaring). Iya, usulan itu akan kami sampaikan ke Pemerintah Pusat, mudah-mudahan tahun depan bisa terealisasi,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Plt Kepala Dinas Perindag, Koperasi dan UMKM Kabupaten Mukomuko membeberkan, pihaknya juga mengajukan peralatan untuk mebeler, pembuatan keripik dan yang lainnya.

Menurutnya, usulan yang diajukan, berdasarkan permohonan dari para pelaku UMKM.

Terpisah, Ketua sentral produksi batu bata, Hanif kepada beritamukomuko.com mengatakan, pada dasarnya kebun batu bata di Kabupaten Mukomuko sangat tinggi. Terlebih saat musim proyek atau harga sawit yang melambung.

“Kalau kebutuhan, selama musim proyek atau harga sawit mahal, itu permintaan tinggi,” kata Ketua sentral batu bata, Senin (23/07/2023).

Kata dia, para pelaku usaha mikro kecil dan menengah banyak terkendala dalam pemodal. Menurutnya, dari proses pertama hingga batu bata siap jual, dibutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Untuk kapasitas 10 ribu buah, dari proses awal sampai bakar dan jual, kisaran Rp 5 juta lebih. Untuk waktu, terganggu cuaca, sebab kami masih mengandalkan pengeringan dengan sinar matahari.” pungkasnya. (ADV KOMINFO /* * YN).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *