Bupati Mukomuko Tinjau Pabrik Pengolahan Beras

BERANDA5799 Dilihat

Bupati Mukomuko, Sapuan saat meninjau pabrik beras di Kecamatan Air Dikit, Selasa (29/8/2023).

BERITA MUKOMUKO, AIR DIKIT – Bupati Mukomuko Provinsi Bengkulu, H. Sapuan, S.E bersama rombongan meninjau pabrik pengolahan gabah menjadi beras milik perusahaan swasta di wilayah Kecamatan Air Dikit, Selasa (29/08/2023).

Bupati Mukomuko Sapuan meninjau pabrik pengolahan gabah menjadi beras itu, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap keberadaan pabrik terbesar di Provinsi Bengkulu.

“Kita mengapresiasi tinggi bagi pengusaha berinvestasi di Mukomuko dan rencananya ada satu lagi swasta yang akan membangun pabrik beras di daerah ini,” kata Bupati Mukomuko, Selasa (29/08 /2023) usai kegiatan.

BACA JUGA : Sekda Mukomuko Dukung Pembentukan Desa Tangguh Bencana

Di kesempatan itu, Bupati Mukomuko mengajak sejumlah instansi terkait di lingkungan Pemerintah Daerah dalam melakukan peninjauan pabrik pengolahan gabah menjadi beras modern di Kecamatan Air Dikit.

Instansi tersebut, yakni Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Mukomuko Juni Kurniadiana, Plt Kadis Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Nurdiana, Kepala Dinas Kominfo Novria Eka Putra.

Sapuan mengungkapkan, kegiatan meninjau pabrik pengolahan beras itu, selain untuk memberikan dukungan sekaligus memastikan kapasitas pabrik pengolahan gabah menjadi beras tersebut.

BACA JUGA : Bupati Mukomuko Serahkan Mobil Damkar Untuk Dinas Pemadam Kebakaran

Menurutnya, keberadaan pabrik pengolahan gabah menjadi beras di daerah ini sesuai arahan pemerintah pusat bagaimana daerah swasembada pangan.

Untuk itu, katanya, Pemerintah Daerah mendukung program Nasional dan Pemerintah Pusat yang berkeinginan daerah tidak mengimpor lagi pangan, dan terbukti Kabupaten Mukomuko swasembada pangan.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mukomuko, Elxandi Utria menyatakan daerah ini memiliki pabrik pengolahan beras terbesar di provinsi yang terletak di Kecamatan Air Dikit.

BACA JUGA : Bupati Mukomuko Kukuhkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah

“Pabrik pengolahan beras ini memiliki kapasitas sebesar tiga ton per jam, dan dalam satu hari mereka bisa menghasilkan beras sebanyak 10 ton, satu bulan , sebanyak 300 ton, dan setahun 36.000 ton,” kata Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan.

Masih kata Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, setelah ada pabrik ini gabah kering panen yang ada di Kabupaten Mukomuko tidak mungkin lagi dijual keluar kabupaten.

Bahkan, terangnya, gabah kering panen petani di daerah ini tidak mencukupi, sehingga mereka terpaksa membeli gabah di luar daerah ini seperti di wilayah Seginim dan Kabupaten Lebong.

BACA JUGA : DPRD Mukomuko Akan Cek Limbah di Pabrik ini

Sedangkan untuk daerah ini, lanjutnya, sejak tahun 2022 mengalami surplus gabah termasuk juga surplus beras.

Ia membeberkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, produksi gabah kering panen petani di daerah ini sebesar 63.000 ton dan produksi beras mencapai 37.800 ton per tahun.

Dari produksi beras sebesar itu, katanya, daerah ini mengalami surplus beras sebesar 20.024 ton per tahun, karena konsumsi beras masyarakat per kapita per tahun di daerah ini sebesar 17.716 ton.

“Tahun 2022 jumlah penduduk di daerah ini sebesar 190.498 jiwa dengan konsumsi beras sebanyak 93 kilogram per kapita per tahun,” demikian Elxandi. (ADV KOMINFO/YN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *