Dinkes Mukomuko Pantau Kesehatan Masyarakat cegah DBD

Advertorial7412 Dilihat

Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu saat melakukan pemantauan Kesehatan masyarakat yang berada di wilayah yang ditemukan kasus DBD

BERITA MUKOMUKO, XIV KOTO – Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu melakukan pemantauan Kesehatan masyarakat di wilayah yang ditemukan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) selama 28 hari ke depan.

banner 970x250

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Bustam Bustomo, SKM melalui Pengelola Program DBD Ruli Herlindo mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk mencegah terjangkit penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

BACA JUGA : Pemkab Mukomuko Pantau Pengelolaan Limbah Pabrik Sawit

“Kita lakukan pemantauan, terus ada survei jentik lagi selama siklus selama 28 hari ke depan,” kata Pengelola Program DBD Ruli Herlindo di Mukomuko, Jumat (01/09/2023).

Kata dia, Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko melakukan pemantauan kesehatan masyarakat di wilayah yang ditemukan kasus DBD setelah ada kasus kematian akibat DBD di wilayah Desa Lubuk Sanai Kecamatan XIV Koto.

Kemudian, lanjut Pengelola Program DBD, dari kasus kematian akibat DBD di wilayah tersebut disusul dengan peningkatan kasus DBD selama bulan Agustus 2023 mencapai 28 kasus, dan terbanyak kasus DBD di wilayah Desa Lubuk Sanai.

BACA JUGA : Dinas Sosial Mukomuko Akan Gelar Sosialisasi Pembentukan Kampung Siaga Bencana

“Selama berlangsungnya pemantauan kesehatan masyarakat, semua Puskesmas di daerah ini harus siaga. Kalau ada yang demam segera periksa menggunakan alat rapid test,” terang Pengelola Program DBD Ruli Herlindo di Mukomuko.

Dia menyatakan, Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko menyediakan alat rapid test di semua Puskesmas bahkan sampai ke bidan desa.

“Seluruh puskesmas kita sediakan rapid test. Sebelumnya kita bagikan sebanyak 10 box per Puskesmas, kecuali Puskesmas Lubuk Sanai lebih banyak, 20 box karena ada kasus kematian akibat DBD di wilayah ini,” terang Pengelola Program DBD, Ruli Herlindo.

BACA JUGA : Dibangun Tahun 2022, Bangunan Mirip Box Culvert Milik Dinas Pertanian Mukomuko Retak

Masih kata Pengelola Program DBD, alat rapid test ini sebelumnya banyak digunakan oleh petugas kesehatan untuk mengambil sampel darah warga yang berada di lokasi rumah pasien DBD yang meninggal dunia.

“Dinas Kesehatan tetap selalu memantau kesehatan masyarakat di daerah melalui petugas kesehatan di semua Puskemas dan bidan desa,” jelasnya.

Selain itu, katanya, kepada Kades, Dinas Kesehatan telah melakukan sosialisasi tentang bahaya DBD dan apa yang harus dilakukan oleh masyarakat. Hal ini bertujuan, jika ditemukan adanya warga di wilayahnya yang mengalami demam supaya cepat dilaporkan dan diperiksa ke puskesmas dan bidan desa.

BACA JUGA : Pemkab Mukomuko Sediakan Motor Roda Tiga untuk BBI

“Kalau ada warga di wilayahnya yang mengalami demam supaya cepat dilaporkan dan diperiksa ke puskesmas dan bidan desa terdekat,” sampainya.

Lebih lanjut Pengelola Program DBD membeberkan, Dinas Kesehatan Mukomuko telah menyelesaikan melakukan tes cepat DBD di lokasi ditemukan kasus warga yang terjangkit penyakit akibat nyamuk Aedes aegypti.

BACA JUGA : PUPR Mukomuko Akan Bangun Jembatan Penghubung 7 Desa di Kecamatan Malin Deman

Kemudian, katanya, Dinas Kesehatan juga telah selesai melakukan survei demam secara massal untuk mendeteksi dini penderita penyakit Demam Berdarah Dengue di daerah ini.

Sementara itu, kasus DBD di Kabupaten Mukomuko terhitung sejak bulan Januari hingga Agustus 2023 sebanyak 40 kasus, dari kasus DBD sebanyak itu, sebanyak 28 kasus DBD terjadi selama bulan Agustus 2023.(ADV KOMINFO /** YN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *