Disurati Komite Medik, RSUD Mukomuko Tutup Pelayanan Seluruh Poli

Kesehatan1356 Dilihat

Berita Mukomuko, Metro – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu, Tugur Anjastiko menyampaikan, Pelayanan seluruh Poli tutup

Ini disampaikanya, setelah menerima surat dari Komite Medik bernomor 446/KM-RSUDMM/XII/2020 dari Komite Medik perihal rekomendasi penutupan seluruh poli. Berhentinya aktif poli ini, karena 5 orang tenaga kesehatan positif terpapar virus Covid-19

banner 970x250

“Menutup sementara pelayanan poliklinik rawat jalan mulai 7 Desember 2020 sampai batas waktu yang belum ditentukan, karena lima orang tenaga kesehatan positif Covid-19,” kata Tugur, Direktur RSUD Mukomuko, Senin (07/12/2020)

“Sampai keluar hasil swab karyawan RSUD,” imbuhnya

Masih kata Direktur RSUD Mukomuko, keputusan penutupan sementara poli ini setelah pihaknya menerima surat dari Komite Medik perihal rekomendasi penutupan seluruh poli tanggal 5 Desember

“Manajemen RSUD setempat menggelar rapat guna menindaklanjuti surat dari Komite Medik perihal rekomendasi penutupan seluruh poli rawat jalan yang ada di RSUD SETEMPAT. Lalu, manajemen memutuskan menutup sementara pelayanan poliklinik rawat jalan untuk memutuskan mata rantau penularan Covid-19, “jelasnya

Kendati demikian, Tugur memastikan, instalasi gawat darurat (IGD) di RSUD ini tetap buka dan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang akan membutuhkan rawat inap

Sebanyak lima orang tenaga kesehatan di RSUD setempat yang dinyatakan positif Covid-19. Tenaga kesehatan ini termasuk orang tanpa gejala (OTG) dan menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

RS telah melakukan screening massal terhadap orang yang pernah kontak erat dengan lima tenaga kesehatan yang positif Covid-19. RSUD juga telah mengambil 70 sampel orang yang kontak erat ini. Ia menyatakan, tidak ada orang yang kontak erat dengan tenaga kesehatan positif Covid-19 yang dirawat di RSUD setempat karena hasil rapit test terhadap puluhan orang ini non reaktif

“Puluhan orang yang kontak erat ini tetap harus menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing guna memutuskan mara rantai penularan Covid-19 di daerah ini.” pungkasnya (cty)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *