DPRD Mukomuko Sarankan Pemda Gunakan Dana BTT Atasi Kekeringan Lahan Sawah

BERANDA4156 Dilihat

Lahan persawahan di Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu yang terancam gagal tanam

BERITA MUKOMUKO, METRO – Jeritan para petani yang menghadapi ancaman gagal tanam di Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu direspon oleh salah satu anggota DPRD Mukomuko, Wisnu Hadi, Minggu (10/09 /2023).

Wisnu menegaskan, untuk menghadapi ancaman ini, butuh keseriusan pemerintah daerah, sebab jika ratusan hektar sawah di 6 Desa tidak bisa menanam padi, dikuatirkan akan berdampak buruk pada kehidupan masyarakat.

Ia menyarankan, Pemerintah Daerah Kabupaten Mukomuko menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT). Wisnu menilai, langkah ini merupakan salah satu upaya yang tepat dalam situasi seperti saat ini. Kata dia, penggunaan dana BTT akan menbantu masyarakat yang sedang dilanda bencana kekeringan.

BACA JUGA : Ratusan Hektare Sawah di Kecamatan Ipuh Terancam Gagal Tanam

Upaya jangka pendek untuk mengatasi masalah ini Kepala Daerah bisa menggunakan dana BTT. Iya, regulasi pengunaan BTT ini harus menbuat peraturan Bupati (Perbup) dalam pelaksanaanya,” kata Wisnu, minggu (10/09 /2023).

Sedangkan untuk solusi jangka panjang, lanjut Wisnu, yang paling memungkinkan adalah dengan pembuatan sumur bor.

“Nantinya, sumur bor ini untuk memenuhi kebutuhan air di lahan persawahan. Dengan demikian, selain mengandalkan tadah hujan, kebutuhan air juga bisa menggunakan dari sumber lain yakni sumur bor.” tutupnya.

BACA JUGA : Distan Mukomuko Akan Cek Sawah di Kecamatan Ipuh

Diberitakan sebelumnya, ratusan hektare lahan persawahan di Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu terancam Kekeringan. Hal ini disebabkan pasokan air di wilayah tersebut tidak ada.

Kepala Desa Pasar Ipuh Kecamatan Ipuh, Anang Topriansyah mengatakan, pasokan air ke lahan persawahan berkurang lantaran curah hujan di wilayah itu berkurang. Akibatnya, kata Anang, tanah sawah mengalami kekeringan dan menyulitkan para petani dalam pengairan sawah.

Kata dia, sekitar 260 hektare lahan persawahan di 6 Desa kekurangan air dan terancam gagal tanam. Menurutnya, saat ini memasuki musim tanam. (** YN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *