Panitia Halal Bihalal Anak Motor Buka Suara tentang Keributan di Pantai Wisata Teluk Bakung

BERANDA3845 Dilihat

Keributan yang terjadi di pantai wisata Desa Teluk Bakung Kecamatan Pondok Suguh Kabupaten Mukomuko, Rabu (26/04 /2023)

BERITAMUKOMUKO.COM, Pondok Suguh – Salah satu panitia kegiatan halal bihalal anak motor yang digelar di Desa Teluk Bakung Kecamatan Pondok Suguh Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu, Abdul Rifai menegaskan, keributan yang terjadi di pantai wisata Teluk Bakung tidak ada kaitannya dengan acara yang diadakan oleh komunitas motor tril.

Menurut Rifai, lokasi keributan jauh dari kegiatan halal bihalal yang diadakan oleh panitia. Menurutnya, panitia tidak ada masalah.

BACA JUGA : Tidak Kantongi Izin, Polisi Bubarkan Acara Motor di Desa Teluk Bakung

“Ini saya luruskan, keributan yang terjadi tidak ada kaitannya dengan halal bihalal yang kami adakan. panitia tidak ada masalah. Kagiatan kami alhamdulillah lancar, dan benar diberhentikan karena adanya keributan,” kata Rifai kepada beritamukomuko.com, Rabu (26/04 /2023).

Rifai juga mengungkapkan, kegiatan tersebut atas sepengetahuan Kapolsek Pondok Suguh. ” Kami pamit dengan mereka (Polsek) kalau mau mengadakan acara halal bi halal anak motor. Bahkan, Kapolsek minta kami buat spanduk larangan mandi di laut. Itu (spanduk) kami buat. Ada foto Kapolsek dengan jajaran Bumdes Teluk Bakung,” terang Rifai.

Ia juga membantah, jika acara tersebut dikenakan karcis sebagaimana yang beredar di media sosial. Kata Rifai, yang dikenakan biaya adalah saat memasuki pantai wisata. Biaya yang dikenakan sekitar sebesar Rp 10 ribu.

BACA JUGA : LAZ Persis Sebar 200 Paket Berkah Ramadhan di Kabupaten Mukomuko

“Pantai wisata Teluk Bakung ini kan dikelola oleh Bumdes. Mereka (Bumdes) memberlakukan karcis sekitar Rp 10 ribu untuk kebersihan dan parkir. Kalau acara kami, nggak ada karcisnya,” terang Rifai.

Rifai tidak mengetahui pasti awal peristiwa keributan, namun ia mendapat informasi jika warga Desa Air Hitam mengambil video dengan objek sekelompok pemuda.

Merasa tidak terima di video kan, sekelompok pemuda itu menegur warga Desa Air Hitam untuk berhenti merekam.

“Nggak tahu gimana awal kejadiannya, tiba-tiba korban dipukuli beberapa orang. Padahal sebelumnya situasi sudah kondusif. Panitia juga memfasilitasi kedua belah pihak dengan cara mendamaikan,” tuturnya.

Saat ini, kedua belah pihak sedang melakukan mediasi di Polsek Pondok Suguh yang di fasilitas oleh Kepolisian setempat. (* * YN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *