Pemda Mukomuko Wujudkan Pemerintahan Pintar dengan Internet Masuk Desa

Advertorial6251 Dilihat

Kepala Bidang (Kabid) Aplikasi dan Komunikasi (Aptika) Yunaldi Asri,

BERITA MUKOMUKO, METRO – Transformasi digital pada desa dan kelurahan di Republik Indonesia dinilai dapat membantu mewujudkan pemerintahan ditingkat bawah yang pintar. Dalam hal ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu turut ambil bagian.

banner 970x250

Untuk mewujudkan desa dan kelurahan yang pintar itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu melalui melalui Dinas Komunikasi dan Informatika mempunyai program Desa Digital.

Secara bertahap, Pemerintah Kabupaten Mukomuko terus berupaya memaksimalisasi program internet gratis bagi desa dengan target seluruh désa dan kelurahan yang ada di daerah yang memiliki julukan Kapuang Sakti Ratau Batuah ini memiliki fasilitas internet.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Mukomuko, Novria Eka Putra, S.STP, melalui Kepala Bidang (Kabid) Aplikasi dan Komunikasi (Aptika) Yunaldi Asri, S.Pt menyampaikan, sesuai dengan rencana kerja (renstra) menargetkan tahun 2026 program tersebut rampung.

“Untuk realisasinya dikerjakan secara bertahap dengan target 148 desa di Kabupaten Mukomuko memiliki akses internet gratis,” kata Kepala Bidang Aplikasi dan Komunikasi Dinas Komunikasi dan Informatika Yunaldi Asri, Selasa (28/11/2023) di ruang kerjanya.

Kabid Aptika membeberkan, program (internet masuk desa) ini juga merupakan salah satu program prioritas Bupati Mukomuko. Kata dia, tahun 2023 ini, realisasi dari program tersebut melebihi target.

“Tahun ini melebihi target. Targetnya internet masuk desa sebanyak 69 désa, realisasinya 66 desa,” terang Kabid Aptika.

Lebih lanjut Kabid Aptika membeberkan, tahun 2024 nanti, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mukomuko menargetkan 80 désa memiliki fasilitas internet dan tahun berikutnya (2025) dengan harapan sebanyak 118 desa juga telah memiliki fasilitas ini.

Ia mengungkapkan, dalam mewujudkan program prioritas Bupati Mukomuko ini, Dinas Komunikasi dan Informatika menggandeng PT Telkom Indonesia untuk membangun jaringan komunikasi melalui internet di seluruh wilayah pedesaan.

Kabid Aptika berharap, Desa yang telah dibangun fasilitas dan koneksi internet dapat memanfaatkannya untuk mendukung program – program yang berbasis internet.

Menurutnya, rata-rata saat ini pelaporan yang dilakukan oleh pemerintah desa telah menggunakan sistem yang berbasis internet.

“Tentu dengan adanya sarana tambahan berupa internet ini dapat memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat hingga manfaatnya benar-benar dirasakan.” tutupnya. (ADV KOMINFO /** YN).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *