Pemkab Mukomuko gelar PSN serentak tekan kasus DBD

Advertorial3915 Dilihat

Bustam Bustomo, SKM – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko (tengah)

BERITA MUKOMUKO, METRO – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu melalui Dinas Kesehatan mulai menggelar pemberantasan sarang nyamuk atau PSN serentak di seluruh wilayah puskesmas yang tersebar di 15 Kecamatan, Senin (28/08 /2023)

banner 970x250

“Alhamdulillah hari ini kami melakukan kegiatan PSN secara serentak di seluruh wilayah puskesmas yang tersebar di 15 kecamatan di daerah ini,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu, Bustam Bustomo, SKM melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan Penyakit Menular, Jajad Sudrajat, Senin (28/08/2023) di ruang kerjanya.

BACA JUGA : DPMD Mukomuko Beberkan Tentang Publikasi APBDes dan Peran BPD

Kata dia, Pemerintah Kabupaten Mukomuko menggelar PSN serentak di seluruh wilayah pelayanan kesehatan di 15 Kecamatan ini pasca meningkatnya kasus demam berdarah dengue (DBD) pada semester kedua atau bulan Agustus 2023.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan Penyakit Menular, Jajad Sudrajat menjelaskan, gerakan PSN secara serentak di seluruh wilayah pelayanan kesehatan ini, setelah ada satu keluarga di salah satu wilayah Puskesmas yang diduga meninggal dunia akibat penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

Kabid Pemberantasan Penyakit Menular, Jajad Sudrajat mengungkapkan, selama bulan Agustus tahun ini sebanyak 25 DBD. Dari jumlah kasus sebanyak itu, 14 kasus DBD di antaranya di Desa Lubuk Sanai, Kecamatan XIV Koto, sisanya di sejumlah wilayah.

Dengan adanya penambahan sebanyak 25 kasus DBD pada bulan Agustus 2023, terang Kabid Pemberantasan Penyakit Menular, Jajad Sudrajat, jumlah kasus DBD terhitung mulai bulan Januari 2023 sampai sekarang mencapai 37 kasus.

BACA JUGA : Politikus Muda ini Bertemu Dengan Bupati Mukomuko Periode 2016 – 2021, Sinyal 2024 Kah.?

Kabid Pemberantasan Penyakit Menular menuturkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko selain melakukan PSN secara serentak di seluruh wilayah pelayanan kesehatan di 15 kecamatan di daerah dan pembagian bantuan bubuk abate kepada masyarakat.

Kemudian, katanya, instansinya rutin melakukan pengasapan atau fogging untuk pengendalian vektor yang menyebabkan penyakit DBD di sejumlah wilayah.

Kabid Pemberantasan Penyakit Menular mengimbau kepada warga di Kabupaten Mukomuko, selain melakukan pemberantasan sarang nyamuk sekaligus membiasakan diri untuk melakukan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungannya tempat tinggalnya.

BACA JUGA : Realokasi DD, DPMD Mukomuko Gunakan Regulasi Teranyar

“Sumber nyamuk Aedes aegypti berasal dari lingkungan yang tidak bersih. Untuk itu kita harus bersihkan lingkungan rumah kita masing-masing,” kata Jajad.

Masih kata Kabid Pemberantasan Penyakit Menular, selain melakukan PSN Dinas Kesehatan juga secara serentak di seluruh wilayah serta melakukan survei demam untuk mendeteksi dini penderita penyakit DBD di daerah ini agar bisa dilakukan penanganan segera.

“Kami melakukan survei demam secara massal terhadap warga yang tersebar di seluruh wilayah daerah ini,” terang Jajad.

Kabid Pemberantasan Penyakit Menular, Jajad Sudrajat membeberkan, survei demam secara massal ini tidak hanya dilakukan di wilayah Desa Lubuk Sanai yang ditemukan banyak kasus DBD, tetapi juga di seluruh wilayah yang ada kasus penyakit DBD.

BACA JUGA : Realokasi DD, DPMD Mukomuko Gunakan Regulasi Teranyar

“Kami melakukan survei demam meliputi seluruh wilayah di daerah ini. Kita ada petugas puskesmas yang khusus melakukan (survei) dan hasilnya nggak hanya di wilayah yang kemarin ada peristiwa satu keluarga meninggal yang diduga akibat DBD, daerah lain juga ternyata ada (DBD), “bebernya.

Ia meminta, kepada masyarakat yang mengalami demam tinggi untuk segera melapor kepada petugas pelayanan kesehatan di puskesmas terdekat untuk segera ditangani.

“Kami juga minta kepada Camat dan Kades untuk memantau warganya yang mengalami demam dan melaporkan kepada petugas kesehatan sehingga dapat dilakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini.” tutupnya. (ADV KOMINFO/** YN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *