Ratusan Hektare Sawah di Kecamatan Ipuh Terancam Gagal Tanam

Pemerintahan3598 Dilihat

Lahan persawahan di Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu yang mengalami kekeringan

BERITA MUKOMUKO, METRO – Ratusan hektare lahan persawahan di Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu terancam Kekeringan. Hal ini disebabkan pasokan air di wilayah tersebut tidak ada.

banner 970x250

Kepala Desa Pasar Ipuh Kecamatan Ipuh, Anang Topriansyah mengatakan, pasokan air ke lahan persawahan berkurang lantaran curah hujan di wilayah itu berkurang. Akibatnya, kata Anang, tanah sawah mengalami kekeringan dan menyulitkan para petani dalam pengairan sawah.

BACA JUGA : Bupati Mukomuko Tinjau Pabrik Pengolahan Beras

Kata dia, sekitar 260 hektare lahan persawahan di 6 Desa kekurangan air dan terancam gagal tanam. Menurutnya, saat ini memasuki musim tanam.

“Ada sekitar 260 hektare lahan sawah yang saat ini terancam gagal tanam karena pasokan air kurang. Iya, sekarang musim tanam, “kata Kepala Desa Pasar Ipuh, Sabtu (09/09/2023)

Kepala Desa Pasar Ipuh berharap, Pemerintah Daerah dapat membantu para petani mengatasi masalah ini. Ia menjelaskan, sawah di Desa Pasar Ipuh ini merupakan sawah tadah hujan.

BACA JUGA : DPUPR Mukomuko Pantau Perkembangan Proyek Pembangunan Jalan Inpres

“Jadi, sawah tadah ini kalau musim kemarau tiba, para petani mulai mengalami kesulitan mencari air. Kami berharap, dinas terkait mengupayakan penyedotan air dari sungai untuk pengairan sawah demi mencegah gagal tanam,”terang Kepala Desa Pasar Ipuh.

Kepala Dinas Pertanian, M. Rizon, S.Hut ketikan dikonfirmasi beritamukomuko.com mengatakan, instansinya akan turun ke lapangan untuk mencari solusi. Kata dia, pasokan sawah tadah hujan murni mengandalkan air hujan dalam bersawah.

“Iya, saya sudah dapat laporan keluhan para petani di Kecamatan Ipuh. Kita akan tinjau lokasi, nanti kita cari solusinya agar mereka (petani) tetap bisa menanam padi,” kata Kepala Dinas Pertanian, Minggu (10/09/2023)

BACA JUGA : Polisi Himbau Bengkel Tak Jual Knalpot Brong

Dia menerangkan, sebelumnya, Dinas Pertanian telah menyarankan kepada para petani di wilayah tersebut untuk menunda masa tanam, sebab kata Rizon, saat ini wilayah Kabupaten Mukomuko merupakan salah satu wilayah yang terdampak badai elnino.

Masih kata dia, fenomena ini tidak terjadi setiap tahun dan kondisi alam seperti ini juga telah disampaikan oleh BMKG.

Sedangkan persawahan irigasi di wilayah Manjunto, ada beberapa titik yang tidak dialiri air, sebab sedang ada perbaikan sarana pengairan.

BACA JUGA : Kejari Mukomuko Terbitkan Sprindik Dugaan Kasus Korupsi Pembangunan Gedung PA

“Yang di irigasi teknis, (sayap kanan dan kiri) kita sudah lakukan pengeringan karena ada perbaikan (rehab).” demikian Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko. (** YN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed