Triwulan Ketiga, Realisasi Dana Bok di Kabupaten Mukomuko Mencapai 32,57 persen

Advertorial5910 Dilihat

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu, Bustam Bustomo, SKM

BERITA MUKOMUKO, METRO – Pada triwulan ketiga atau kurun waktu Januari hingga September, realisasi dana bantuan operasional kesehatan (BOK) di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu mencapai 32,57 persen.

banner 970x250

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Bustam Bustomo, SKM, Rabu (29/11 /2023). Kata dia, tahun 2023 ini, terhitung sejak bulan Januari sampai dengan bulan September capaian pengguna dana bok baru mencapai 32,57 persen atau Rp 4,4 miliar.

“Iya, baru 4.4 miliar dari seluruh anggaran yang tersedia, yakni Rp13,5 miliar,”kata Kepala Dinas Kesehatan, Rabu (29/11 /2023) di sela-sela kunjungan kerjanya di Kecamatan Ipuh.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko mengungkapkan, rendahnya capaian realisasi dana BOK lantaran adanya keterlambatan petunjuk teknis (juknis) dan pelaksanaan kegiatan.

“Berdasarkan Permenkes 42 tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Non fisik, ada beberapa item yang nggak sama dalam pelaksanaannya, seperti sistem salur langsung dana BOK ke rekening Puskesmas,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko.

Pada tahun sebelumnya, terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, penyaluran BOK dilakukan dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke Rekening Kas Umum Daerah (RUKD), hal berbeda dengan tahun ini (2023).

“Tahun sebelumnya, penyaluran anggaran dari RKUN ke RKUN sedangkan tahun ini (2023) untuk dari RKUN langsung ke rekening puskesmas. Ini yang membuat keterlambatan pelaksanaan kegiatan yang menggunakan sumber anggaran tersebut,” terangnya.

Ia juga menyampaikan, perubahan penyaluran dana BOK bertujuan untuk akselerasi penyaluran dan pemanfaatan BOK untuk pelayanan masyarakat.

Saat disinggung soal besaran dana BOK tahun 2024, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko membeberkan, alokasi untuk tahun depan menurun. Penurunan jumlah itu, lantaran Indonesia sudah memasuki masa endemik Covid-19.

“Tahun ini, jumlah dana BOK untuk 17 puskesmas sebesar Rp Rp 13.538.098.481 sedangkan tahun 2024 menjadi Rp 13.387.975.000. Untuk penyebabnya adalah tidak ada lagi kegiatan stunting dan Covid-19,” jelasnya.

Kendati demikian, Bustam memastikan ada kegiatan baru di seluruh Puskesmas, yakni program pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan pangan lokal untuk balita.

Kemudian, kata Kadis, beberapa jenis pelayanan kesehatan untuk penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

Lalu program percepatan perbaikan gizi masyarakat, upaya untuk deteksi dini, preventif, respon berbagai penyakit, pemberian insentif UKM.

“Ada juga kegiatan penguatan kolaborasi puskesmas dengan klinik pratama dan TPMD dalam pelayanan program prioritas, dan manajemen puskesmas.” tandasnya.

Diketahui, dana BOK adalah dana bantuan operasional kesehatan yang diberikan oleh pusat langsung ke daerah untuk mensupport pencapaian target nasional.

Dalam penyaluranya, antara tahun 2023 dan 2024 terdapat perbedaan. Penyaluran anggaran yang langsung ke rekening puskesmas, diharapkan dapat memaksimalkan serapan anggaran yang seharusnya akan berbanding lurus dengan kinerja puskesmas menjadi lebih baik. (ADV KOMINFO /** YN).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *